Serangan Tet

Serangan Tet

Serangan Tet
Konflik Perang Indochina Kedua,
(Perang Vietnam)
Waktu 30 Januari 1968–awal 1969
Tempat Vietnam Utara dan Selatan
Hasil Operasi Menentukan bagi kemenangan pasukan ARVN, Amerika dan sekutu
Hasuil Strategis Tidak menentukan
Pasukan yang terlibat
Vietnam Selatan
Amerika Serikat
Sedikit pasukan sekutu AS
Vietnam Utara
Front_Pembebasan_Vietnam
Komandan
William Westmoreland Komite sentral NLF dan DRVN
Kekuatan
50,000+ (kira-kira) 85,000+ (kira-kira)
Korban
AS/AUS/KORS: 1.536 mati, 7.764 luka, 11 hilangAVRN: 2.788 mati, 8.299 luka, 587 hilang

Total: 4.324 mati, 16.063 luka, 598 hilang

Total Korban: 20985

25.000-45.000 mati,
30.000-50.000 luka,
6.000 ditawan,
Total Korban: ~60,000-100,000

Serangan Tet (30 Januari 1968–1969) adalah serangkaian operasi penyerangan pada masa Perang Vietnam, yang dikoordinasi antara unsur-unsur kekuatan batalyon Pasukan Bersenjata Pembebasan Rakyat (PLAF) atau “Viet Cong” dari Front Nasional untuk Pembebasan Vietnam dan unsur-unsur kekuatan divisi dari Tentara Rakyat Vietnam (PAVN), dari Vietnam Utara melawan Tentara Republik Vietnam (ARVN) dari Vietnam Selatan ditambah militer AS dan pasukan-pasukan sekutu ARVN lainnya. Operasi ini disebut Serangan Tet karena waktunya bertepatan dengan malam 30 Januari – 31 Januari 1968, Tết Nguyên Đán (Tahun Baru Imlek). Serangan itu dimulai secara spektakular pada perayaan Tahun Baru Imlek, dan operasi-operasi sporadik yang terkait berlangsung hingga 1969.

Serangan Tet ini menghasilkan serangan operasional yang menghancurkan bagi pemerintah Vietnam, melumpuhkan PLAF. Namun, meskipun keliru, Serangan Tet ini dianggap sebagai titik balik dari perang di Vietnam; di sini NLF dan PAVN memperoleh kemenangan psikologis dan propaganda besar-besaran sehingga menyebabkan hilangnya dukungan rakyat AS terhadap Perang Vietnam dan akhirnya pasukan-pasukan AS pun ditarik mundur. Baik NLF maupun PAVN tidak mencapai tujuan-tujuan strategis mereka, dan ongkos operasional serangan itu sangat berbahaya dan mahal. Selain itu, sementara pendapat umum rakyat AS tetap mendukung keterlibatan AS di dalam perang itu, rakyat AS sendiri semakin kritis terhadap kebijakan-kebijakan perang tertentu Lyndon Johnson. BArangkali kelompok yang paling terpengaruhi oleh serangan ini adalah pemerintah Nguyễn Văn Thiệu di Republik Vietnam, yang militer dan politiknya mengandalkan dukungan AS sebagaimana yang diperlihatkan oleh mayoritas penduduk Republik itu sendiri.

Serangan Tet sering dipandang sebagai contoh tentang pentingnya propaganda dan pengaruh media dalam upaya mencapai tujuan-tujuan militer, sebuah ajaran penting dalam perang modern pada akhir abad ke-20 dan awal abad ke-21.

 

Dampak terhadap politik dalam negeri AS

Hari-hari setelah diterbitkannya laporan New York Times mengenai permintaan pasukan tambahan, Presiden Johnson mengalami kekalahan telak pada New Hampshire Primary Partai Demokrat AS, hanya sedikit melebihi Senator AS Eugene McCarthy. Tak lama sesudah itu, Senator Robert F. Kennedy mengumumkan bahwa ia akan ikut bertarung memperebutkan nominasi Partai Demokrat, hingga semakin menegaskan melorotna dukungan terhadap pemerintahan Johnson setelah Serangan Tet ini. Meskipun sebagian pihak menegaskan bahwa kurangnya dukungan terhadap Johnson menunjukkan bahwa publik berusaha tidak terlibat dengan Vietnam, yang lainnya mengatakan bahwa kehilangan dukungannya disebabkan karena ia tidak mau melaksanakan perang itu secara efektif. Pada 31 Maret, Johnson mengumumkan bahwa ia tidak ingin mencalonkan diri lagi, dan bahwa pengeboman terhadap Vietnam Utara dihentikan.

Trivia

Pengeboman hebat oleh AS terhadap Ben Tre menghasilkan ungkapan terkenal, “kita perlu menghancurkan kota itu untuk menyelamatkannya.” Namun ucapan ini tidak pernah dipastikan sumbernya. Pada tahun 2003, kolumnis Mona Charen dan peneliti Perang Vietnam B. G. Burkett menyimpulkan bahwa Ben Tre telah dihancurkan oleh pasukan Viet Cong yang sedang mengundurkan diri. Dan mereka menyebutkan kemungkinan bahwa Peter Arnett, seorang wartawan, sebagai sumber kutipan itu, karena tentara yang kemungkinan sekali dikutip oleh Arnett tampaknya ingat ketika ia mengatakan, “Sayang sekali kota itu dihancurkan.”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s