Pertempuran Fromelles

Pertempuran Fromelles, dikenal sebagai Pertempuran Fleurbaix pada tanggal 19 – 20 Juli 1916 di Perancis selama Perang Dunia I. Pertempuran Fromelles sebagai pengalihan Pertempuran Somme yang berlangsung sekitar 80 kilometer (50 mil) ke selatan dan operasi untuk merebut kembali desa Fromelles yang diduduki Jerman, 16 kilometer (9,9 mil) kota Lille
Fromelles adalah operasi gabungan antara pasukan Inggris dan Pasukan Kerajaan Australia (AIF). Kesempatan pertama AIF beraksi di blok Barat.
Australian 53rd Bn Fromelles 19 July 1916.jpg
Pasukan batalyon 53 Australia pada
19 Juli 1916 sebelum Pertempuran 
Fromelles. Hanya 3 orang dari foto
ini selamat dan ketiganya terluka.
Setelah satu hari pertempuran, 1.500 Inggris dan 5.533 tentara Australia tewas, terluka atau ditangkap dan dipenjara. Tugu Pahlawan perang Australia menggambarkan pertempuran sebagai “yang terburuk selama 24 jam dalam sejarah Australia.” Ini adalah kemenangan untuk Jerman, dan kerugian Sekutu (Australia dan Inggris) bertahan tanpa memperoleh apapun.
Divisi Cadangan Bavaria ke-6 menguasai daerah yang tinggi di barat laut yang dijuluki “Sugarloaf” oleh Sekutu karena bentuknya yang khas. Dan memungkinkan Jerman untuk survei dan menutupi di kedua sisi dengan mudah. Jenderal Inggris Richard Haking berencana melakukan pertempuran memerintahkan pasukan infanteri agar segera melewati parit baris pertama Jerman dalam serangan mendadak selama siang hari, setelah pemboman pasukan artileri, dan untuk mendesak maju sekitar 400 meter ke baris kedua.
Divisi 5 Australia , yang baru tiba di Prancis beberapa hari sebelum serangan akan menyerang sayap kiri. Divisi 61 Inggris (juga dikenal sebagai Divisi 2 Midland Selatan) akan menyerang sayap kanan. Tetapi pada saat serangan itu siap dilakukan, dengan tujuan sebagai awal pengalihan di Somme, serangan utama telah berlalu, meskipun demikian Haking sangat ingin untuk melaksanakan rencana tersebut.
Pasukan Infanteri berangkat setelah pemboman. Sebagian elemen Brigade ke-8 dan ke-14 Australia dengan cepat mencapai tujuan. Namun, setelah mencapai garis kedua, mereka menemukan sebuah selokan yang penuh dengan air hujan, yang menyediakan beberapa cara untuk mempertahankan keberhasilan mereka. Batalyon Ke-32 (Brigade 8), di sisi timur, menderita banyak korban saat menyerang sebuah pos Jerman di reruntuhan Ladang Delangre. Beberapa elemen dari Brigade-14 mencapai jalan utama, 400 meter sebelah selatan garis Sekutu, sebelum menarik diri ke selokan.
Tetapi di sayap kanan, Brigade 15 Australia dan Brigade 184 Inggris terpecahbelah ketika mencoba melintasi bagian yang lebih sempit, dekat dengan senapan mesin Jerman. Seorang korban, WH “Jimmy” Downing, kemudian bercerita: “udara dipenuhi peluru, mendesis-desis datar, bersilangan dengan kematian. Ratusan orang dipangkas dalam sekejap bagai kedipan mata, seperti deretan gigi besar mengetuk dari sebuah sisir. “
Terbukanya bencana dipersulit ketika Divisi ke-61 Brigade-15 diminta untuk bergabung dengan sebuah serangan baru pada pukul 9 sore, tapi dengan cepat membatalkan serangan tanpa memberitahu Australia. Akibatnya setengah dari Batalyon 58 Australia melakukan upaya sia-sia untuk merebut daerah tersebut.
Jerman berhasil menguasai daerah antara Brigade 14 dan 15 Australia. Semakin terisolasi Brigade ke-8 dan ke-14 terpaksa untuk mundur keesokan harinya. Jerman saat ini telah mendirikan bunker senapan mesin, dan hasil yang ditimbulkan dahsyat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s