Pertempuran Iwo Jima

Empat hari setelah mendarat di Pulau Iwo Jima, pasukan Amerika Serikat berhasil menguasai Gunung Suribachi yang menjadi titik strategis pulau di selatan Jepang tersebut pada 23 Februari 1945.

Keberhasilan Amerika merebut Suribachi membuat posisi pasukan Jepang di Iwo Jima kian terdesak. Sejak pertama kali mendarat pada 19 Februari 1945, pasukan Amerika terus merangsek maju dan mengambil sedikit demi sedikit wilayah pulau dari tangan Jepang.

 
Pasukan Marinir Amerika menaikkan bendera di Pulau Iwojima (AP Photo)
Iwo Jima dipandang penting oleh kedua pihak karena dari pulau tersebut pesawat terbang Sekutu bisa mencapai Jepang dan membom ibukota Tokyo. Alhasil, kedua belah pihak mengerahkan sebanyak mungkin tentaranya ke Iwo Jima, menjadikannya salah satu pertempuran paling berdarah sepanjang Perang Dunia Kedua.

Di antara 74.000 Marinir AS yang dikerahkan ke Iwo Jima, lebih dari sepertiganya terluka atau tewas. Sementara korban tewas di pihak Jepang mencapai 20 ribu orang.

Pertempuran Iwo Jima baru benar-benar berakhir pada tanggal 26 Maret 1945. Jatuhnya pulau tersebut membuat Jepang kian rentan terhadap serangan udara. Berkali-kali pesawat Sekutu membom kota-kota di Jepang, yang mencapai puncaknya dengan dijatuhkannya bom atom di kota Hiroshima dan Nagasaki pada bulan Agustus 1945.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s